Air
Terjun di Hulu Gunung Desa Kasta Buana
Air terjun merupakan salah satu tempat yang sering di kunjungi masyarakat sebagai pusat rekreasi, berlibur, dan bersenang-senang bersama keluarga bahkan tempat permandian. Air Terjun ini terletak di sebuah gunung atau di desa Kasta Buana Kecamatan Bulu Taba (Pasangkayu) Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat.
Perjalanan dari areal parkir menuju
lokasi dapat di tempuh dengan berjalan kaki
ke air terjun karena kendaraan yang tidak memungkinkan untuk sampai pada
tempat wisata diakibatkan kurangnya perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki
jalan dari pemerintah dalam mengelola pusat wisata.
Air terjun memiliki keistimewaan dan
keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, dengan total ketinggian 35
meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 20 meter,
15 meter dan 10 meter. Terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang. Dari
antara terjunan muncul pelangi paduan aneka ragam warna yang mempesona, yang
memperindah area perwisataan.
Masyarakat
setempat masih mempercayai, air terjun ini memiliki kekuatan supra natural. Konon
dari mitos yang beredar bahwa tempat itu sangat angker karena telah menelan
korban jiwa. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada hari libur dan
hari raya
Terkadang tak jarang pula para
pengunjung menceburkan diri ke kolam yang cukup besar yang terletak dibawah
untuk sekedar berendam membasahi tubuh atau berenang-renang kecil antar tepian
kolam. Dilokasi ini banyak terdapat kolam buatan yang airnya sengaja dibuat
melimpah ruah, sehingga bunyi derasnya aliran air yang mengalir dan akhirnya
menyatu kesebuah sungai sangatlah dominan mewarnai objek wisata Air terjun.
Lokasi Air Terjun bisa dikatakan
berada dalam lembah yang curam dan dibatasi tebing-tebing yang tinggi yang
tentunya bila sewaktu-waktu terjadi longsor yang sangat berbahaya bagi
pengunjung karena bisa dikatakan pengunjung berada di dasar sebuah bejana
dengan satu jalan keluar yang diapit oleh tebing tanah yang cukup tinggi.
Walau terletak dibagian hulu gunung
air terjun ini lebih ekspresif karena Limpahan
airnya sangat deras meskipun di musim kemarau ditambah lagi dengan lokasinya
yang cukup tersembunyi menambahkan kesan yang lebih alami.
Selain menyajikan objek wisata berupa
air terjun, banyak sekali berkeliaran kera-kera liar. Kera-kera ini terkadang
cukup berani menghampiri pengunjung hanya sekedar untuk meminta/mengambil
sisa-sisa makanan. Hal ini tentunya memiliki nilai tersendiri sebagai atraksi
tambahan atau tontonan pengunjung yang di lakukan kera-kera bergelantingan di
atas pepohonan.

nahh gunkk hahaha :) http://kumpulan-sejarah-artana.blogspot.com/
BalasHapuskeren blogx
BalasHapusTerima kasih
BalasHapus